kompak_gt loh

forum etika bisnis dan profesi


    organisasi profesi HUmas

    Share
    avatar
    Siti Umi Hanik

    Jumlah posting : 4
    Join date : 03.04.11

    organisasi profesi HUmas

    Post  Siti Umi Hanik on Sun Apr 03, 2011 4:21 pm

    ORGANISASI PROFESI HUMAS
    Kali ini kita sampai pada pembahasan tentang organisasi profesi humas.
    Barangkali belum banyak orang tahu tentang keberadaan organisasi ini.
    Bahkan di Indonesia sendiri, masih saja ada praktisi yang belum mengetahui
    bahwa telah ada organisasi profesi humas Indonesia. Hal ini sungguh
    berbeda misalnya, dengan profesi dokter (hampir semua mahasiswa
    kedokteran dan dokter tahu pasti bahwa ada Ikatan Doklter Indonesia),
    profesi wartawan (semua wartawan tahu bahwa ada Persatuan
    Wartawan Indonesia, Aliansi Jurnalistik Indonesia, dsb).
    Oleh karena itu sangat tepat kiranya apabila dalam modul kita kali ini
    memperkenalkan keberadaan organisasi profesi humas di Indonesia
    pada khususnya dan dunia serta di beberapa negara.
    Beberapa Organisasi Profesi Humas
    Organisasi profesi merupakan suatu wadah para professional di dalam
    mengembangkan dan mengadakan suatu studi profesi. Terbentuknya
    organisasi profesi menunjukkan adanya komitmen dari para
    profesionalnya untuk semakin mengukuhkan jati diri. Organisasi profesi
    yang sudah mantab biasanya sangat berperan di dalam menentukan
    kurikulum studi profesi, mereka (organisasi ini) juga aktif melakukan
    riset, pertemuan, serangkaian pertemuan, dan kontes programprogram
    humas.
    Berdasarkan organisasi yang sudah ada, organisasi humas bisa
    dibedakan menjadi tiga. Pertama, organisasi yang menghimpun para
    praktisi humas secara umum, kedua organisasi yang menghimpun
    perusahaan humas (consultan humas), dan ketiga hádala organisasi
    yang menghimpun para praktisi humas yang dibedakan berdasarkan
    jenis perusahaannya (misal khusus perhotelan, khusus preusan rokok,
    dan sebagainya).
    Sementara ini harus diakui bahwa Amerika merupakan negara yang
    pertama membentuk organisasi profesi bagi para praktisi humas. Tahun
    1948 di Amerika telah terbentuk suatu wadah yang dinamakan Public
    Relations Society of Amerika (PRSA). Langkah ini kemudian diikuti oleh
    Inggris, Jerman, belanda/Netherland, Spanyol, Swiss (diolah dari data
    dalam Black, 1993). Sedangkan terbentuknya organisasi profesi humas
    di Indonesia sendiri pada tahun 1972 yaitu Perhimpunan Hubungan
    Masyarakat Indonesia (PERHUMAS). Berikut ini akan dijelaskan
    beberapa organisasi saja. Informasi penting selain sejarahnya, sajian
    berikut ini juga bermaksud mendiskripsikan tentang kegiatan atau
    aktivitas organisasi-organisasi tersebut sehingga kita bisa mengambil
    pelajaran meniru yang baik, dalam rangka memajukan profesi humas
    ini di Indonesia.
    Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS)
    Para praktisi humas di Indonesia mendirikan Perhimpunan Hubungan
    Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) di Jakarta pada tanggal 15
    Desember 1972, dengan maksud untuk menghimpun dan membentuk
    wadah bagi para praktisi. Lebih lengkap tujuan Perhumas adalah
    sebagai berikut:
    1. Meningkatkan perkembangan dan keterampilan professional
    hubungan
    masyarakat di Indonesia.
    2. Memperluas danmemperdlam pengetahuan mengenai hubungan
    masyarakat.
    3. Meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman diantara para
    anggotanya.
    4. Menyelenggarakan hubungan dengan organisasi-organisasi serumpun
    dengan bidang hubungan masyarakat, di dalam maupun di luar
    negeri.
    Pada tahun 1997 Perhumas memprakarsasi berdirinya organisasi humas
    di Asia Tenggara yakni Federation of ASEAN Public Relations
    Organization (FAPRO) di Kuala Lumpur. Indonesia melalui Perhumas
    ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi FAPRO di Jakarta. Perhumas
    juga sudah tercatat dan diakui oleh Internasional Public Relations
    Association (IPRA) dan pernah dipernah dipercaya sebagai tuan rumah
    konferensi IPRA pada tahun 1995. Indonesia telah menjadi board
    member IPRA. Bahkan pada tahun 2000-2001 board member IPRA
    diwakili oleh Indonesia, Amerika serikat, Inggris, Afrika Selatan, Kenya,
    Jerman, dan Turki. Tahun 2000 ketika IPRA menyelenggarakan event
    bergengsi bagi kompetisi program humas di tingkat dunia, yakni Golden
    World Award for Excellent in PR (GWA) praktisi humas Indonesia
    menjadi salah satu tim juri diantara 30 juri yang ada yang mewakili 19
    negara di dunia.
    Saat ini Perhumas telah beranggotakan ribuan orang/praktisi yang
    terdiri dari anggota kehormatan, anggota biasa, anggota peserta, dan
    anggota siswa. Beberapa kegiatan Perhumas antara lain:
    1. Menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk
    bersamasama
    mengembangkan pendidikan humas. Perhumas menerima
    anggota siswa yang berasal dari para mahasiswa jurusan Ilmu
    Komunikasi dan atau humas.
    2. Menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan dan lembaga
    –
    lembaga. Misal, dengan majalah Info Pasar Modal yang mewakili
    kalangan pasar modal (Bapepam dan Bursa Efek Jakarta) telah
    mendirikan Lembaga Pengembangan Hubungan Masyarakat
    Perusahaan Publik Indonesia (LPHPPI).; dengan Komite
    Pemberantasan
    Korupsi.
    3. Menerbitkan jurnal Perhumas yang berisi tentang aktivitas organisasi
    dan tulisan para pakar tentang humas dan komunikasi.
    4. Setiap tahun Perhumas menyelenggarakan konvensi (pertemuan)
    nasional.
    5. Menyelenggarakan serangkaian seminar dan lokakarya.
    6. Menyelenggarakan Lomba Penerbitan Majalah Ing Griya yang
    terbagi ke dalam katagori Majalah/bulletin, tabloid, news letter, dan
    warkat investor. Terakhir, lomba Ing Griya ini diselenggarakan pada
    tahun 2004.
    7. Musyawarah Nasional. Terakhir Munas diselenggarakan di
    Yogjakarta,
    pada tanggal 16-18 Desember 2004, sekaligus memilih Ketua Umum
    periode 2004-2007. Ketua Umum terpilih adalah Rusli Simanjutak
    dari
    Bank Indonesia. Perkembangan Perhumas bisa di ikuti melalui web
    site
    Perhumas: www. perhumas.or.id
    8. dan sebagainya.
    Asosiasi Perusahaan Public Relations
    Indonesia (APPRI)
    Selain Perhumas yang menghimpun para praktisi humas di Indonesia
    juga telah terbentuk organisasi yang menghimpun perusahaan humas,
    yakni Asosiasi Perusahaan Public Relations (APPRI).
    APPRI berdiri pada tanggal 10 April 1987 di Jakarta dan bersifat
    independen. Tujuan APPRI adalah sebagai berikut:
    1. Menghimpun, membina, dan mengarahkan potensi perusahaan public
    relations nasional, agar secara aktif, positif, dan kreatif, turut serta
    dalAm usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,
    berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
    2. Mewujudkan fungsi publik relations yang sehat, jujur, dan
    bertanggung
    jawab, sesuai dengan kode praktek dan kode etik yang lazim berlaku
    secara nasional dan internasional.
    3. Mengembangkan dan memajukan kepentingan asosiasi dengan
    memberikan kesempatan kepada para anggota untuk konsultasi dan
    kerja sama serta memberikan saran bagi pemerintah, badan-badan
    kemasyarakatan, asosiasi yang mewakili dunia industri dan
    perdagangan, serta badan-badan lain untuk berkonsultasi dengan
    APPRI sebagai suatu lembaga.
    4. Memberi informasi kepada klien bahwa anggota APPRI memnuhi
    syarat untuk memberikan nasihat dalam bidang public relations dan
    akan bertindak untuk klien menurut kemampuan profesionalnya.
    5. Merupakan sarana untuk para anggotanya dalam soal-soal
    kepentingan usaha dan profesi, dan menjadi forum koordinasi
    praktik
    public relations.
    6. Merupakan medium bagi masyarakat umum untuk mengetahui
    mengenai pengalaman dan kualifikasi para anggotanya.
    7. Membantu mengembangkan kepercayaan umum atas jasa public
    relations.
    APPRI telah menetapkan Kode Etik Profesi dan memberlakukan pada
    anggotanya. Sampai sejauh ini anggota APPRI telah berkiprah di tingkat
    internasional. Misalnya, Soedarto & Noeradi PR Consultant, Fortune PR,
    Ida Sudoyo Associates M-PR Consultant, Inke Maris Associates,
    Eksekutif PR, dan sebagainya.
    Selain Perhumas dan APPRI, di Indonesia baru didirikan Public Relations
    Society of Indonesia (PRSI)pada tahun 2005, juga ada organisasi
    profesi yang lebih spesifik berdasarkan jenis usahanya, misalnya
    Perhimpunan Public Relations Perhotelan Indonesia, pernah menjadi
    ketua antara lain Rae Sita Supit dan Sri Sekartaji dari Sahid Jaya Hotel
    Jakarta. Kemudian ketika terjadi krisis perbankan nasional dimana
    banyak bank di likuidasi, di merger, dan di akuisisi (sekitar 1997),
    sempat muncul iklan perbankan di televisi yang mengatasnamakan â€oe
    Persatuan Public Relations Perbankan Indonesiaâ€. Saat ini di Kota
    Malang, Jawa Timur telah terbentuk Forum Humas Perguruan Tinggi
    yang beranggotakan para humas di perguruan tinggi-perguruan tinggi
    se Malang Raya.
    Kemunculan organisasi-organisasi ini merupakan budaya yang baik
    selama memiliki komitmen untuk memecahkan persoalan profesi,
    berkaitan dengan akses-akses yang memperkokoh pelaksanaan kerja
    humas secara lebih professional. Dengan dua organisasi profesi yang
    mantap seperti Perhumas dan APPRI saja misalnya, maka profesi
    humas dapat lebih dikukuhkan. Apalagi bila organisasi-organisasi
    tersebut juga memperhatikan komitmen untuk merancang kurikulum
    humas di perguruan tinggi, seperti yang dilakukan Public Relation
    Society of Amerika. Berikut ini dalam modul kita akan mengenal lebih
    jauh tentang organisasi profesi humas d luar negeri.
    ORGANISASI PROFESI HUMAS DI LUAR NEGERI:
    Organisasi-organisasi humas di negara Eropa berkumpul dalam satu wadah
    organisasi di tingkat Eropa, yakni Federation Associated Public Relations
    Organization (FAPRO).
    Aktivitas organisasi ditujukan untuk secara terus menerus mengembangkan profesi
    humas, meningkatkan keahlian para praktisi humas melalui berbagai kegiatankegiatan
    pertemuan (seminar, lokakarya, pelatihan, dan sebagainya), riset,
    penerbitan (jurnal, majalah, news letter) dan pengembangan pendidikan. Tidak
    ketinggalan adalah aktivitas yang bertujuan untuk mengembangkan profesi antara
    lain menyebarkan pentingnya arti humas bagi suatu lembaga, melakukan control
    akses, merumuskan dan memberlakukan kode etik profesi, melakukan evaluasi dan
    kontrol terhadap praktek humas para anggotanya.
    Berikut beberapa organisasi profesi humas di Amerika dan Inggris yang penulis
    sadur dari Black (1992).
    Public Relations Society of Amerika (PRSA)
    PRSA berkantor pusat di
    New York, berdiri pada tahun 1947. Tujuan didirikan PRSA adalah:
    1. Untuk menyatukan mereka yang melakukan kegiatan di bidang
    humas
    2. Untuk mempertimbangkan segala masalah yang dihadapi bidang
    kehumasan.
    3. Untuk merumuskan, memajukan, menjelaskan kepada kelompok
    kelompok usaha, profesioanl, dan lain-lain, serta masyarakat,
    tentang
    tujuan-tujuan, dan fungsi humas, dan tentang mereka yang bergiat
    di
    bidang humas.
    4. Untuk memperbaiki hubungan pelaksana humas dengan para
    majikan
    dank Klien,dengan media yang mapan mengenai informasi dan opini,
    dan dengan masyarakat.
    5. untuk memajukan dan berusaha mempertahankan standar yang
    tinggi
    pelayanan umum dan tingkah laku.
    6. Untuk bertukan pikiran dan pengalaman, dan untuk menghimpun dan
    menyebarkan informasi yang bernilai kepada para petugas humas
    dan
    masyarakat.
    7. Untuk menggiatkan, mensponsori, dan membantu perkembangan
    riset
    belajar dan cara mengajar dalam golongan masyarakat humas
    melalui
    ceramah-ceramah dan kursus-kursus lain yang dapat menjadi
    keharusan dan dilakukan secara beraturan pada lembaga-lembaga
    pendidikan yang mapan.
    8. Menyediakan sarana dan kesempatan bagi riset dan analisis
    mengenai
    setiap dan segala segi kehumasan melalui berbagai forum,
    diskusi,survey, pertemuan umum, pameran, dan konferensi.
    9. Untuk menerbitkan pamphlet, buku, monografi, dan secara umum
    menyebarkan informasi mengenai masalah kehumasan.
    10.Untuk memberikan, menghibahkan, dan mensponsori pemberian
    beasiswa dan hadiah pada lembaga pendidikan yang diakui bagi
    pengkajian dan riset di bidang humas.
    Standar professional dalam PRSA dikontrol secara ketat. Setiap orang
    yang ingin menjadi anggota diwajibkan mentaati prinsio-prinsip kode
    standar profesionalnya. Pada tahun 1965 PRSA mengadakan program
    pengakuan sebagai anggota PRSA dengan gelar APR, melalui ujian lisan
    dan tulis. Ujian diadakan untuk menguji kemampuan dan pengetahuan
    calon anggota dalam bidang humas.
    Ujian tertulis diawasi oleh sebuah organisasi penguji professional dan
    ujian lisan dilakukan oleh tim yang terdiri dari tiga anggota yang diakui
    keahlian mereka. Bahkan sejak 1969, aturan itu diberlakukan sebagai
    syarat wajib bagi mereka yang ingin menjadi anggota aktif.
    Pelayanan dan kegiatan terus dilakukan untuk mengembangkan
    pengetahuan dan kemampuan praktisi humas pada segala tingkatan
    melalui karir humas. Antara lain dibentuklah Persatuan mahasiswa
    Humas Amerika (PRSSA) bagi para sarjana muda. Kegiatan pendidikan
    PRSSA dibimbing secara nasional oleh komite pendidikan dengan
    penasihat para pendidik dari berbagai sekolah tinggi dan universitas di
    seluruh Amerika serikat. Begitu pula kegiatan riset mendapat perhatian
    tersendiri. Tahun 1955 dibentuk pusat informasi dan merupakan pusat
    informasi nasional satu-satunya bagi bidang humas. Pusat ini
    menghimpun data mengenai humas dan memenuhi kebutuhan
    pengkajian dan sebagai acuan para eksekutif, pengajar, dan mahasiswa
    humas. Tahun 1856 PRSA mendirikan yayasan riset humas dan
    pendidikan oleh para anggota PRSA. Kegiatan yayasan ini antara lain
    memberi beasiswa tahunan kepada sejumlah pengajar humas terpilih
    dan memberi hadiah beasiswa tingkat sarjana setiap tahun kepada
    mahasiswa humas yang berprestasi. Yayasan juga melakukan kegiatan
    dokumentasi audio visual para penceramah humas, riwayat, wawancara
    yang di filmkan, serangkaian monograf mengenai sejarah profesi,
    penerbitan data hasil riset, dan menerbitkan buku â€oeUndang-undang
    Humas:†Sebuah Bibliografi Komperehensifâ€. Tahun 1973,
    yayasan memproduksi film â€oePendapat Masyarakat†mengenai
    profesi humas.
    Selain menerbitkan jurnal humas, PRSA menerbitkan Register issue of
    the journal, yakni publikasi tahunan yang memuat daftar para anggota
    PRSA, alamat, dan afuiliasi bisnis mereka, standar profesioanl, dan
    prosedur bagi para panel pengadilan, kebijakan-kebijakan dewan
    tertentu dan peraturan-peraturan PRSA. Penerbitan humas tertua oleh
    PRSA adalah media publikasi Channels yang terbit bulanan, pertama
    kali terbit tahun 1937. PRSA memiliki program tahunan, yakni
    Pemberian penghargaan Gold Anvil Award (GAW) bagi pengabdian luar
    biasa seseorang kepada profesi humas, antara lain: Outstanding
    Educator Award bagi prtestasi seorang pengajar humas, Paul Lund
    Awards bagi pengabdian umum yang luar biasa, President Citation bagi
    pengabdian luar biasa kepada organisasi profesi (PRSA), Film Festival
    Award bagi film humas terbaik pada tahun pemilihan (terbuka bagi
    anggota saja). Sementara penganugerahan Chapter Banner Award
    diberikan kepada cabang organisasi yang menonjol dalam memajukan
    profesi humas maupun PRSA. Selain GAW juga ada Silver Anvil Award
    Competition bagi program-program humas yang menonjol yang
    diadakan selama setahun sebelumnya. Semua kompetisi ini terbuka
    bagi anggota dan yang bukan anggota.
    Institute Public Relations of British (IPR)
    Berada di Inggris dan didirikan pada tahun 1948 oleh sekelompok
    pegawai humas dari pemerintah pusat, local, kalangan industri, dan
    sector perdagangan. Secara resmi IPR diresmikan dan mendapat
    pengakuan pada tahun 1964.
    Tujuan IPR adalah sebagai berikut:
    1. Untuk memajukan perkembangan huams demi kepentingan praktik
    tersebut di bidang perdagangan, industri, pemerintah local, dan
    pusat,
    perusahaan-perusahaan nasional professional, organisasi-organisasi
    sukarela dan demi kepentingan semua praktisi dan semua pihak
    yang
    berkaitan dengan soal humas.
    2. Untuk mendorong dan memupuk ketaatan pada standar professional
    yang tinggi bagi para anggotanya dan untuk menetapkan serta
    merumuskan standar-standar semacam itu.
    3. Untuk mengatur pertemuan, diskusi, konferensi, dan lainlainmengenai
    masalah yang menjadi kepentingan bersama dan secara umum
    untuk
    bertindak sebasgai wadah bagi pertukaran gagasan mengenai
    praktek
    kehumasan.
    Keanggotaan aktif IPR terbuka bagi perseorangan yang berusia 28
    tahun atau lebih, memiliki pengalaman minimal 5 tahun, dan memenuhi
    syarat untuk menjalankan profesi humas seperti yang ditegaskan oleh
    memorandum of association, atau bagi perseorangan yang berusia 26
    tahun atau lebih, dengan pengalaman minimal 2 tahun meliputi
    berbagai hal, tetapi telah mendapatkan diploma CAM dan memnuhi
    syarat seperti tercantum dalam memorandum of association.
    Sama dengan Perhumas maupun PRSA, IPR juga menerima anggota
    mahasiswa, yakni mereka yang mengikuti kursus pendidikan atau
    latihan yang dikelola dan diakui oleh IPR. Bagi anggota ini selain
    kursus, juda ilakukan kegiatan brupa pertemuan untuk diskusi,
    perdebatan, pertunjukan film, konferensi sehari atau akhir pecan yang
    kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan p[engetahuan anggotanya.
    Setiap bulan diadakan acara pertemuan makan siang dari September
    sampai JUni di London. Acara tersebut menghadirkan pembicara tamu
    dari kalangan perindustrian, pemerintahan, berbagai profesi, dan
    sebagainya.
    IPR menerbitkan sebuah laporan berkala bulanan, berbagai laporan,
    dan monografi atas aspek-aspek tertentu tentang praktek humas.
    International Public Relations Association (IPRA)
    IPRA merupakan organisasi humas di tingkat internasional, terbentuk pada bulan
    Mei tahun 1955 dalam suatu pertemuan di Stratford-Upon-Avon, dengan tujuan
    sebagai berikut:
    1. Menyediakan jalur bagi pertukaran gagasan dan pengalaman
    professional antara mereka yang berurusan dalam kegiatan humas
    mengenai kepentingan internasional.
    2. Mengadakan suatu rotasi (perputaran) apabila anggotanya setiap
    saat
    memerlukan pemberitahuan dan bimbingan, dapat meyakini akan
    kebaikan dan bantuan dari para anggotanya di seluruh dunia.
    3. Membantu mencapai kualitas tertinggi tentang praktek kehumasan
    umumnya di seluruh negara dan terutama di bidang internasional.
    4. Meningkatkan praktek kehumasan di semua bidang kegiatan di dunia
    dan memajukan nilai-nilai dan pengaruhnya melalui promosi ilmu
    pengetahuan dan pengertian tentang berbagai tujuan dan caranya
    baik
    di dalam maupun di luar profesi itu.
    5. Meninjau dan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang
    mempengaruhi praktik kehumasan yang biasa terjadi di berbagai
    negara termasuk masalah-masalah seperti status profesi berbagai
    kode etik profesi dan kualifikasi untuk menangani bidang tersebut.
    6. Menerbitkan bebragai bulletin, majalah atau terbitan- terbitan lain
    termasuk â€oewho’s who†di bidang humas internasional.
    7. Mengerjakan kegiatan-kegiatan lain yang mungkin dapat
    menguntungkan para anggotanya atau memberikan kemajuan bagi
    praktik kehumasan di seluruh dunia.
    Keanggotaan IPRA terbuka bagi semua orang yang bertanggung jawab
    penuh bagi rencana dan pelaksanaan suatu bagian penting dan
    berkaitan dengan semua kegiatan dari suatu badan hokum,
    perusahaan, perserikatan, pemerintahan, atau organisasi lain yang
    membina hubungan baik dan produktif dengan public atau khalayak
    ramai.
    Kongres pertama IPRA diselenggarakan di Brussel pada bulan Juni
    tahun 1958, dihadiri oleh 250 prakjtisi dari 23 negara. Kongres humas
    dunia selanjutkan diselenggarakrn tiga tahun sekali. Asia pertama
    ditempati kongres humas dunia (Kongres ke IX) pada bulan januari
    tahun 1982 di Bombay.
    IPRA memiliki agenda tetap berupa penghargaan dan anugerah bagi
    para anggotanya, antara lain penghargaan tertinggi dalam ajang
    humas, â€oeGolden World Awards for Excellent in Public Relationsâ€
    (GWA sejak tahun 1990) dan Grand Prize for Excellence in Public
    Relations. Penghargaan kepada program humas dari suatu organisasi
    dimana humas baru berkembang, â€oeFront Line 21â€, United Nation
    Award. Setiap tahun diselenggarakan Seminar Humas Internasional
    IPRA sekaligus memilih presiden IPRA.
    sumber:http://directory.umm.ac.id/Data%20Elmu/pdf/frida10.pdf

      Waktu sekarang Tue Sep 26, 2017 10:28 pm